Situasi pelepasan gerak jalan sehat yang menggambil start dan finis di depan Pendopo Kabupaten Jalan Kartini Situbondo. (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)

Situasi pelepasan gerak jalan sehat yang menggambil start dan finis di depan Pendopo Kabupaten Jalan Kartini Situbondo. (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)



Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Ke-72 dan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) Ke-201 tahun 2019, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Situbondo melaksanakan gerak jalan sehat, Minggu (4/8/2019).

Gerak jalan sehat ini dilepas oleh Kajari Situbondo Nur Slamet SH MH didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Situbondo Drs Sugiono MPdi serta forkopimda lainnya itu dari depan pendopo kabupaten Jl Kartini Situbondo. Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat dan pelajar SD, SMP.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Situbondo Sugiono menjelaskan, peringatan Hari Koperasi kali ini mengambil tema Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0. "Dilaksanakannya gerak jalan sehat itu untuk mengajak masyarakat kembali melek koperasi. Karena ke depan saya yakin koperasi benar-benar menjadi soko guru perekonomian dan koperasi bisa buat masyarakat hidup lebih sejahtera," jelas Sugiono.

Dia juga menjelaskan bahwa gerak jalan sehat ini dalam rangka menggerakan kembali dunia koperasi dan menunjukkan eksistensinya ditengah-tengah masyarakat dan kalangan melinial. "Koperasi itu merupakan salah satu wadah perkonomian yang merupakan amanat konstitusi sehingga kami bersama Gerakan Koperasi akan terus berusaha memberikan pengetahuan atau sosialisasi tentang keberadaan koperasi-koperasi yang telah berbadan hukum dan nomor induk koperasi, " kata Sugiono.

Untuk itu, kata Sugiono, generasi-generasi muda, terutama generasi milenial, agar sejak dini kenal kehidupan berkoperasi sehingga mereka  paham betul tentang keberadaan koperasi yang mempunyai Nomor Induk Koperasi. "Agar perkoperasian di Situbondo kembali membuming, maka kita kerjasama dengan cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten. Tujuannya agar semangat berkoperasi ini tertanam bagi generasi milenial sejak usia SMP dan SD," tuturnya.

Sugiono menambahkan bahwa koperasi yang aktif dan sudah memiliki nomor induk koperasi sebanyak 315 dari jumlah koperasi 712. "Dari 712 koperasi yang memiliki Nomor Induk Koperasi hanya ada 315. Di antaranya Koperasi Ponpes Salafiyah Safiiyah Sukorejo, KPR Raung, Primkopat, Koperasi Polres Situbondo," kata Sugiono.

Koperasi, imbuh Sugiono, merupakan soko guru perekonomian nasional. Makanya koperasi harus ber NIK agar bisa mensejahterakan anggotanya maupun masyarakat.

 "Sehingga nantinya koperasi ini menjadi wadah yang tidak hanya bisa mensejahterakan anggotanya, tapi juga bisa mensejahterakan masyarakat. Jumlah koperasi yang aktif itu ada sekitar 315 koperasi. Jumlah itu menjadi target sertifikasi nomor induk koperasi dan sudah mencapai sekitar 82 persen. Dari target itu, walaupun tidak terbaik di Jawa Timur, tapi koperasi kita masih masuk 5 besar dalam kategori koperasi yang nomor induk koperasi," pungkasnya. 


End of content

No more pages to load