Tim Kejagung RI saat memberikan pemaparan dan motivasi ke Kejari Situbondo (Foto: Sony Haryono/ SitubondoTIMES)

Tim Kejagung RI saat memberikan pemaparan dan motivasi ke Kejari Situbondo (Foto: Sony Haryono/ SitubondoTIMES)



Dalam rangka kunjungan kerja sekaligus melakukan monitoring terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Situbondo yang akan menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kejaksaan Agung RI melalui bidang-bidangnya melaksanakan monitoring di Kejaksaan Negeri Situbondo, Senin (26/8/2019).

Adapun Tim Monitoring dari Kejagung tersebut adalah, Agus Riswanto Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Inteljen, Tony Tribagus Spontana, SH, M. hum, Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan, Andi Herman SH, MH Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Bambang Setiawan SH, MH.II Kasubag Penyusunan Program dan Penguatan Reformasi Birokrasi Bidang Pembinaan dan Alaludin Y Kurniawan SH Staf Sekretaris Wakil Jaksa Agung dan Staf Ahli.

Kunjungan mereka ke Kejari Situbondo untuk melihat langsung kondisi pelayan publiknya, karena untuk menyandang predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) salah satu indikatornya adalah inovasi pelayanan publik yang simpel dan memuaskan masyarakat. 

"Kejari Situbondo sudah menyandang  predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Untuk menuju Kejari Situbondo menyandang predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), maka dilakukan penilaian ini," jelas Kajari Situbondo Nur Slamet SH, MH.

Sementara itu, Agus Riswanto SH, Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Inteljen saat dimintai komentar sejumlah wartawan mengatakan, berdasarkan perintah Wakil Jaksa Agung, pihaknya melakukan peninjauan langsung apa saja inovasi yang telah dilakukan oleh Kejari Situbondo.

"Supaya predikat  Kejari Situbondo meningkat dari WBK menjadi WBBM, maka harus ada peningkatan inovasi berbagai pelayanan publik yang dilakukan Kejari Situbondo. Dan setelah  tadi kami teliti ada beberapa temuan yang perlu diberikan stimulan agar benar-benar muncul layanan publik yang spektakuler," jelas Agus Riswanto.

Sehingga, imbuh Agus, ketika ada penilaian dari Menpan RB, KPK dan lembaga lainnya, inovasi pelayanan publik di Kejari Situbondo benar- benar bermanfaat dan mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat.

"Tujuan difinisen tim Kejagung RI datang ke Kejari Situbondo untuk memberikan motivasi dan stimulan agar penilaian WBBM yang akan dilakukan Menpan RB, KPK dan Lembaga lainnya dapat memberikan poin-poin terbaik untuk Kejari Situbondo," ujarnya.

Agus Riswanto pun mengatakan, domain birokrasi reformasi ini bukan hanya milik kajari atau para kasi di Kejari Situbondo, tapi milik semua institusi yang ada di sini untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. 

"Dengan memberikan pelayanan terbaik, maka institusi Kejari Situbondo akan lebih baik di hadapan masyarakat," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load