CEO twitter Jack Dorsey. (Foto: istimewa)

CEO twitter Jack Dorsey. (Foto: istimewa)


Editor

Heryanto


Saham twitter turun kurang dari 1 persen dalam perdagangan Jumat (30/8/2019). 

Hal ini terjadi lantaran akun twitter sang CEO yakni Jack Dorsey diretas.

Diretasnya akun tersebut dibuat seolah-olah Jack mengirimkan cuitan dengan nada kutukan. 

Salah satu unggahan yang diretas menuliskan jika pemimpin Nazi Adolf Hitler tidak bersalah. 

Sedangkan lainnya berisi komentar rasis tentang orang kulit hitam dan Yahudi. 

Kemudian juga memposting tagar yang digunakan selama peretasan beberapa bintang youtube pekan lalu. 

Tweet dan Retweet yang tidak pantas itu langsung dihapus oleh Twitter setelah insiden pembajakan akun Jack diketahui. 

Untungnya pihak twitter langsung mengamankan akun tersebut.

Melihat akun Jack memiliki pengikut sejumlah 4,2 juta pengikut. 

Manajemen Twitter mengakui peretasan tersebut dan langsung melakukan penyelidikan investigatif. 

Tidak hanya itu saja, twitter juga melakukan pengumuman langsung saat itu bahwa akun Jack sudah aman.

Diretasnya akun tersebut merupakan sebuah tanda kerentanan dalam platform media sosial yang banyak digunakan oleh para pemimpin di dunia dan politisi termasuk Presiden AS Donald Trump.

Sedang insiden itu bukan kali pertama akun dari petinggi dan pejabat terkena retas, dilihat sejak tahun 2016 silam sebuah kelompok juga meretas akun twitter CEO Google Sundar Pichai dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.


End of content

No more pages to load