Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, saat menjenguk korban di rumah sakit. (ist)
Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, saat menjenguk korban di rumah sakit. (ist)

Kasus dugaan bullying siswa SMPN 16 Malang, berinisial MS oleh teman-temannya saat ini resmi dilaporkan kepada Polresta Malang Kota. Pelapornya adalah Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Malang.

Pelaporan tersebut dibenarkan Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata saat ditemui awak media (1/2/2020). "Kemarin (31/1/2020) sore dilaporkan dan kami akan tindak lanjuti.  Kami juga mintakan visum keseluruhan tubuh," ucapnya.

Menurut kapolresta, nantinya penanganan kasus MS akan berada di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pasalnya,  pelaku maupun korban masih di bawah umur.

"Nantinya bila perlu polwan akan turun untuk melakukan pemeriksaan. Karena ini anak, kami tetap hormati hak-haknya," kata Leonardus.

Sampai saat ini,  Polresta Malang Kota telah memeriksa  beberapa saksi. Dia antaranya ibu dan paman korban. "Selanjutnya mungkin kami menuju pihak sekolah. Nanti bisa guru, kepala sekolah, maupun orang tua," ungkap kapolresta.

Sementara, pasal yang mengancam pelaku adalah pasal 80 ayat dua tentang perlindungan anak dengan ancaman lima tahun penjara. "Kondisi korban setelah sempat saya lihat kemarin masih mengalami traumatik. Di awal-awal masih bisa menjawab, namun setelah itu menangis," ujar Leonardus.

Melihat hal itu, Polresta Malang Kota nantinya akan melakukan pendampingan terhadap korban dengan melibatkan psikolog. "Trauma healing tentunya akan diupayakan dengan melibatkan psikolog untuk pendampingan dalam upaya menghilangkan traumanya," imbuh kapolresta.

Seperti diberitakan, MS dirawat di rumah sakit akibat tangannya luka dan tubuhnya lebam-lebam. Bahkan, jari MS terancam diamputasi. Itu semua karena dia diduga mengalami bullying menjurus kekerasan oleh teman-teman sekolahnya.