Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung, Slamet Sunarto saat memberikan sambutan. (Foto: Anang Basso/TulungagungTIMES)
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung, Slamet Sunarto saat memberikan sambutan. (Foto: Anang Basso/TulungagungTIMES)

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Pemerintah Daerah Tulungagung menggelar pelatihan kewirausahaan berbasis manajemen usaha dan bisnis. Kegiatan yang melibatkan puluhan pelaku usaha, khususnya di bidang usaha pacul (cangkul) di Kabupaten Tulungagung, Rabu (12/02) pagi.


Asisten deputi pengembangan kewirausahaan, melalui kepala bidang industri manufaktur Kementerian Koperasi Dan UMKM, Yogia Prihartini mengatakan industri Pacul menjadi perhatian presiden Joko Widodo setelah melihat data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2019, bahwa impor 210 ton atau 1,30 Milyar dari China.

"Padahal negara kita merupakan negara agraris, sektor pertanian terbesar dan cangkul merupakan alat pokok yang sangat dibutuhkan," kata Yogia.

Atas dasar tersebut, pemerintah mengharapkan agar para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah memahami tentang perkoperasian dan SNI pacul untuk memenuhi standart kwalitas.

"Untuk mengatasi masalah impor cangkul ini, kementerian memfasilitasi dengan Program Kemandirian Cangkul. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemahaman koperasi, standarisasi, dan pendampingan pelatihan teknis pada pengusaha cangkul agar dapat bersaing," ujar Yogia.

Jika melihat proses produksi yang masih menggunakan cara tradisional, Yogia yakin jika kwalitas produksi cangkul yang ada sebenarnya jauh lebih bagus. Namun, pemilihan bahan baku dan untuk memenuhi kebutuhan pasar pengusaha diharapkan mampu meningkatkan produksi dengan standar SNI.

"Bahan baku akan menggunakan pihak krakatau Steel, bagaimana memilih bahan yang berkualitas," paparnya.

Senada dengan Yogia, Deputi bidang pengembangan sumber daya manusia Kementerian Koperasi Dan UMKM, Karto menyampaikan dalam rangka mencapai target penghentian impor cangkul, pihaknya bersama pihak lain akan melakukan langkah bersama atau keroyokan. 
"Kita bersama sama atau keroyokan untuk mencapai target, kementerian memfasilitasi baik dari modal, pelatihan, standarisasi dan pemasaran," terangnya.

Modal yang dimaksud bisa mengambil skema pembiayaan dari pihak ketiga atau dalam kesempatan itu adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta krakatau Steel (KS) sebagai penyedia bahan baku.

Pelatihan yang di mulai sejak Rabu 12 Februari itu rencananya akan berjalan hingga Sabtu 14 Februari 2020 yang akan datang.

"Pelatihan ini adalah kelanjutan dari program sebelumnya, Tulungagung merupakan salah satu dari tiga yang menjadi pilot projek dalam program pemerintah ini," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung, Slamet Sunarto dalam sambutannya.

Tiga kabupaten yang menjadi pilot projek itu adalah Sukabumi, Klaten dan Tulungagung. Dalam pelatihan itu, pihaknya mendatangkan pengusaha dari Desa Kiping Kecamatan Gondang yang berjumlah 22 pengusaha pacul dan dari Desa Bolorejo Kecamatan Kauman ada 8 pengusaha kerajinan pacul.