Kondisi motor yang dibakar oleh oknum suporter lawan Arema (istimewa)
Kondisi motor yang dibakar oleh oknum suporter lawan Arema (istimewa)

Warga Kota Blitar menjadi sasaran amukan yang diduga suporter lawan dari Arema FC. 

Tercatat ada tujuh motor yang dibakar di daerah Ndimoro.

Suasana kerusuhan tidak bisa terbendung lagi kala pertandingan bertensi tinggi antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya di semifinal Piala Gubernur Jatim 202 yang digelar di Stadion Soeprijadi, Blitar.

Pembakaran motor yang diduga dilakukan oleh oknum suporter tim lawan Arema FC itu dilakukan di sisi timur Stadion Soeprijadi. 

Hal itu diceritakan salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya yang rumahnya dekat di Stadion Soeprijadi.

Menurutnya, kejadian berawal ketika warga Kota Blitar melintas di dekat kerumunan oknum suporter lawan Arema FC. 

Karena saat itu suasana sangat crowded dan diduga oknum suporter lawan dari Arema itu ingin merangsek masuk di kawasan Stadion Soeprijadi, terjadi pembakaran motor karena warga Kota Blitar dicurigai adalah Aremania.

"Tadi ada motor yang dibakar di dekat pasar sapi di daerah Ndimoro. Itu motor milik warga Blitar, kebetulan dia punya atribut Arema terus diserang," kata warga Kota Blitar yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kemudian, saat seorang warga yang mengaku bernama Dian mengatakan bahwa beberapa motor yang dibakar adalah milik warga Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) Kota Blitar yang saat itu kebetulan melintas.

"Itu yang dibakar ada sepeda motor milik orang PSHT," kata Dian. 

"Nah, informasinya orang PSHT akan balas itu, tapi belum tahu juga," imbuhnya

Saat ini belum diketahui pasti siapa korban dari pembakaran motor yang ada di daerah Ndimoro itu. 

Sementara itu, pada babak kedua hingga menit ke 66, Arema FC tertinggal dari Persebaya Surabaya dengan skor 3-1.