Sekelompok orang yang selalu bersorak sorai saat Persebaya menciptakan peluang atau gol (Hendra Saputra)
Sekelompok orang yang selalu bersorak sorai saat Persebaya menciptakan peluang atau gol (Hendra Saputra)

Pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Soeprijadi digelar tanpa penonton, Selasa (18/2/2020).

Hal ini terjadi karena tidak mendapat rekomendasi dari Polda Jawa Timur. 

Namun, pengamatan MalangTIMES.com, ternyata di tribun VIP ada puluhan orang yang bersorak sorai saat tim Bajul Ijo memperoleh peluang atau menciptakan gol. 

Suasana ini menimbulkan pertanyaan banyak orang khususnya yang berkumpul di sekitar Stadion Soeprijadi Blitar. 

"Katanya nggak ada penonton, tapi di tribun VIP kok banyak suporternya," gumam salah seorang warga yang menyaksikan panasnya admosfir pertandingan ini.

Sementara, suasana tegang masih terasa di luar Stadion Soeprijadi Blitar.

Karena terjadi pertemuan antar dua kelompok suporter besar yakni Aremania dan Bonek Mania.

Tapi di dalam Stadion Soeprijadi, tepatnya di tribun VIP puluhan orang yang tidak diketahui datangnya dari mana bersorak sorai ketika Persebaya mendapatkan peluang atau menciptakan gol. 

Padahal di dalam stadion sebenarnya yang hanya diperbolehkan masuk adalah para wartawan, pihak keamanan, Askot PSSI Kota Blitar dan official masing-masing tim. 

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui dari mana sekelompok orang yang ikut bersuka cita ketika Persebaya mendapatkan peluang atau menciptakan gol tersebut. 

Terakhir, masuknya Patrick Wanggai yang menggantikan David da Silva turut mendapat applaus dari sekelompok orang tersebut.