Antrian pemohon paspor di Kantor Imigrasi Blitar. (Foto: Team BlitarTIMES)
Antrian pemohon paspor di Kantor Imigrasi Blitar. (Foto: Team BlitarTIMES)

 Merebaknya virus corona mulai mempengaruhi permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar. Pemohon paspor menurun hingga 40 persen.

Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi Keimigrasian  Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Dian Widyastuti mengatakan, sebelum merebaknya virus corona permohonan paspor di Imigrasi Blitar dalam sehari mencapai 110 hingga 150 pemohon. 

Jumlah tersebut berasal dari  warga Blitar, Tulungagung, maupun kota lain. Namun, setelah merebaknya virus corona di bulan Februari, permohonan paspor turun menjadi 80 pemohon dalam sehari.

"Dalam dua bulan terakhir ini permohonan paspor memang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebelumnya dalam sehari rata-rata ada 100 sampai 150 pemohon. Setelah ada informasi terkait virus corona ini, sekarang sehari 80 sampai 90 pemohon," terang Dian, Kamis (5/3/2020).

Dian menjelaskan, permohonan paspor yang paling banyak mengalami penurunan adalah paspor wisata. Tujuannya adalah negara-negara Asia. Sebagian masyarakat memilih mengurungkan rencana perjalanan ke luar negeri karena mengantisipasi tertular virus corona atau covid-19.

"Pemohon yang melakukan permohonan untuk wisata yang banyak menurun. Kalau untuk haji kan memang sudah ada kuotanya. Kalau untuk umrah dari travel tetap dibuatkan, keberangkatannya saja yang mundur," jelasnya.(*)