Ilustrasi pembatasan pengunjung WBP karena Covid-19 (riaugreendotcom)
Ilustrasi pembatasan pengunjung WBP karena Covid-19 (riaugreendotcom)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Surabaya, yang ada di Porong, Sidoarjo terhitung sejak 19 Maret 2020 hingga 21 Maret 2020, memberlakukan aturan sedikit berbeda dari biasanya. Hal ini menyusul merebaknya Covid 19 di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Lapas yang banyak dihuni mantan para pejabat, seperti mantan Bupati Jombang, Nyono Suharli, mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, mantan Bupati Ngada, Marianus Sae, mantan Bupati Malang, Rendra Kresna, mantan Wali Kota Malang Abah Anton, beberapa anggota DPRD Kota Malang yang terlibat kasus korupsi dan pejabat lainnya, mendapat pembatasan kunjungan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Bidang Pembinaan Napi, Hero Sulistyono membenarkan jika saat ini tengah terdapat pembatasan kunjungan. Setiap napi hanya dapat dikunjungi oleh maksimal dua orang setiap harinya.

Selain itu para pengunjung juga dibatasi dalam membawa barang bawaannya. Setiap 1 orang tidak diperkenankan membawa barang melebihi 1 keranjang yang telah disediakan.

"Ini juga telah kami sosialisasikan kepada para warga binaan dan pengunjung tentang pembatasan kunjungan," jelasnya (21/3/2020).

Selain itu, fasilitas penunjang guna pencegahan Covid 19 juga telah disediakan pihak Lapas, seperti tempat cuci tangan hingga handsanitizer telah disediakan pihak Lapas untuk antisipasi.

Namun bukan hanya itu saja, upaya sterilisasi Lapas yang seluas kurang lebih 10 hektar tersebut juga akan dilakukan penyemprotan dengan cairan desinfektan guna membunuh virus-virus maupun kuman yang ada di seluruh ruangan Lapas Klas 1 Surabaya. Setiap harinya lantai di ruangan di Lapas juga rutin untuk dibersihkan dengan cairan pembersih.

"Kita juga selalu koordinasi dengan Dinas kesehatan, terus kita juga punya dokter maupun paramedis yang kita kerahkan dan stand by kan semua," bebernya.

Sejauh ini, ditegaskannya, tidak ada temuan baik para pengunjung maupun WBP yang terindikasi sakit ataupun menderita gejala lainnya. Untuk itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kepada para pengunjung yang datang dengan melakukan pengecekan suhu badan dengan alat thermal.

"Sehingga jika suhu badannya lebih dari 37 maka tidak diperkenankan masuk," ungkapnya.

Kemudian pada tanggal 22 Maret 2020 hingga 5 April 2020, pihaknya akan meniadakan kunjungan sementara sembari menunggu keputusan selanjutnya. Namun selama kunjungan diliburkan pihak Lapas masih tetap membuka pelayanan barang titipan untuk WBP dengan jumlah terbatas dan dengan ketentuan menunjukkan KTP bagi yang menitipkan barang.

Pelayanan penitipan barang dilakukan pada pukul 09.00 wib sampai pukul 11.00 wib dan pukul 13.00 wib sampai pukul 14.00 wib.